Peran Penting Orangtua Meminimalisir Dampak Buruk Penggunaan Medsos Pada Anak

Tema : Media Sosial Sebagai Sumber Belajar. 


Peran Penting Orangtua Untuk Meminimalisir Dampak Buruk Penggunaan Medsos Pada Anak.

Sosial media, apa itu sosial media ? Menurut saya sosial media adalah suatu wadah atau tempat dimana orang dapat berkomunikasi sesama user (pengguna) secara tidak langsung dan dibutuhkan koneksi internet untuk dapat melakukan komunikasi ini. Di sini user atau pengguna dapat berbagi informasi berupa, kejadian, berbagi foto, dan dapat juga untuk menambah wawasan serta bisa juga sebagai ajang untuk mencari atau menambah teman. Internet merupakan salah satu aspek penting dalam berhubungan dalam aplikasi sosial media, internet telah merangkul dunia yang memegang peran manusia dalam kehidupan manusia. Internetpun juga bisa di katakan menjadi rekan manusia untuk berkomunikasi dalam sosial media, melalui internet manusia dapat berbagi informasi, melakukan kegiatan bisnis serta dapat menjalin hubungan sosial antar sesama manusia dengan menggunakan sosial media ini.
Dampak negatif dan positif dari sosial media bagi anak-anak adalah :
  1. Anak menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata.  Tingkat pemahaman bahasapun mnejadi terganggu jika anak terlalu sering berkomunikasi di dunia maya.
  2. Situs jejaring sosial dapat membuat anak dan remaja lebih mementingkan diri sendiri. Mereka menjadi tidak sadar akan lingkungan disekitar mereka, karena kebanyakan menghabiskan waktu untuk internet. Hal ini dapat mengakibatkan menjadi kurang berempati di dunia nyata.
  3. Bagi anak, dapat merusak tatanan bahasa Indonesia karena tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di situs jejaring sosial. Hal ini dapat membuat mereka semakin sulit untuk membedakan antara berkomunikasi di situs jejaring sosial dan di dunia nyata.
  4. Situs jejaring sosial merupakan lahan yang subur bagi predator yang melakukan kejahatan. Kita sebagai orang tua tidak akan pernah tau apakah seseoarang yang baru dikenal anak di jejaring sosial menggunakan jati diri yang sesungguhnya atau tidak.
Dampak positif dari sosial media adalah :
  1. Anak yang menggunakan sosial media dapat belajar mengembangkan keterampilan teknis dan sosial yang sangat dibutuhkan bagi anak di era digital seperti sekarang ini. Mereka akan belajar beradabtasi, bersosialisasi dengan publik, dan mengelola jaringan pertemanan.
  2. Memperluas jaringan pertemanan. Berkat adanya situs jejaring sosial dapat memudahkan anak untuk berteman dengan orang lain diseluruh dunia. Meskipun sebagian besar diantaranya tidak pernah ber temu secara langsung.
  3. Anak akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online, kerena mereka berinteraksi dan menerima umpan balik satu sama lain.
  4. Dan situs jejering sosial membuat anak dan remaja menjadi lebih bersahabat, perhatian, dan empati.
Peran orang tua untuk meminimalisir dampak buruk penggunaan medsos pada anak :

a.       Langkah pertama yang bisa dilakukan para orangtua adalah mengurangi kesibukan di luar rumah dan lebih mengintensifkan komunikasi di dalam keluarga, khususnya dengan anak-anak. Memang benar, kehadiran ponsel telah membantu proses komunikasi bagi orangtua yang sibuk. Namun anak-anak membutuhkan kehadiran orangtua secara fisik. Mereka suka dipeluk, dicium dan dibelai orang tuanya. Sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh ponsel mereka semahal apapun harganya dan secanggih apapun fiturnya.

b.      Jika orangtua sibuk dengan pekerjaannya,langkah berikut yang bisa dilakukan adalah berbagi tugas antara ayah dan ibu. Hal ini tentu tidak mudah. Namun jika orang tua menjadikan kegiatan dan kebutuhan anak-anak sebagai prioritas orangtuanya maka hal tersebut akan mempermudah. Misalnya, jika di akhir pekan biasanya para orangtua ingin bersosialisasi dengan teman-temannya, bawalah anak-anak. Repot dan tidak asyik? Mungkin iya, tapi sadarilah bahwa anak-anak adalah tanggung jawab orang tuanya sementara bersosialisasi meskipun juga penting karena bagian dari silaturahim, bisa diatur jadwalnya.

c.       Langkah ketiga, jika penggunaan ponsel bagi anak-anak masih bisa diminimalisasi, jangan berikan ponsel pada anak. Kalau mereka sudah berusia remaja, mungkin bisa dipertimbangkan penggunaannya dengan aturan-aturan yang moderat. Namun jika anak masih duduk di bangku TK atau SD, pertimbangkan lagi untuk memberikan ponsel dengan alasan apapun. Jika tetap harus memberikan ponsel pada anak, ada baiknya ponsel tersebut tidak bisa mengakses internet dengan mudah. Karena keterhubungan dengan internet inilah yang membuat anak betah berlama-lama bermain ponsel.

d.      Kemudian langkah keempat adalah memperkenalkan pada anak bahaya internet maupun media sosial dan media massa yang diakses secara berlebihan. Mungkin, orang tua berpikir bahwa lebih baik anak menonton televisi ketimbang bermain ponsel. Namun harus pula disadari bahwa acara televisi tak semuanya boleh ditonton oleh anak-anak. Selayaknya anak-anak didampingi saat menonton televisi sebagai pengganti kegiatan mereka berponsel. Karena menonton televisi terus-menerus juga menyebabkan anak-anak bisa terpapar tayangan televisi yang kebanyakan isinya pun kurang mendidik.  Di sisi lain, daya tarik televisi pun sama kuatnya dengan daya tarik ponsel yang canggih.

e.       Langkah kelima adalah menanamkan pendidikan agama yang baik sekaligus memberikan contoh penerapan ajaran agama tersebut. Anak-anak lebih mudah mencontoh tindakan yang baik ketimbang wejangan yang panjang lebar. Jadi, orangtua harus memberikan contoh terbaik dari penerapan ajaran agama.Intinya, orang tua mempunyai peran yang sangat luar biasa dalam mendidik anak-anak di rumah. Saat di sekolah, anak-anak menjadi tanggung jawab para gurunya. Namun di luar sekolah, di manapun anak-anak itu berada, adalah tanggung jawab para orang tua sehingga peran keluarga dalam pendidikan anak haruslah diperkuat mulai saat ini. Karena itu memastikan mereka aman dari berbagai gangguan atau potensi gangguan, juga menjadi tanggung jawab orang tua. Memang tugas tersebut tetapi jika orang tua  ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi yang kuat, mandiri dan bertakwa, orangtua harus menanam investasi sejak dini.
                     
                                                                                                                 By: Susilawati Ramdani




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemanfaatan E-Learning Sebagai Model Pembelajaran di Era Digital

internet sebagai sumber belajar

TEMUKAN 5 KELEBIHAN MEDIA SOSIAL YOUTUBE SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM PROSES PEMBELAJARAN