Peran Penting Orangtua Meminimalisir Dampak Buruk Penggunaan Medsos Pada Anak
Tema : Media Sosial Sebagai
Sumber Belajar.
Peran
Penting Orangtua Untuk Meminimalisir Dampak Buruk Penggunaan Medsos Pada Anak.
Sosial media, apa itu
sosial media ? Menurut saya sosial media adalah suatu wadah atau tempat dimana
orang dapat berkomunikasi sesama user (pengguna) secara tidak langsung dan
dibutuhkan koneksi internet untuk dapat melakukan komunikasi ini. Di sini user
atau pengguna dapat berbagi informasi berupa, kejadian, berbagi foto, dan dapat
juga untuk menambah wawasan serta bisa juga sebagai ajang untuk mencari atau
menambah teman. Internet merupakan salah satu aspek penting dalam berhubungan
dalam aplikasi sosial media, internet telah merangkul dunia yang memegang peran
manusia dalam kehidupan manusia. Internetpun juga bisa di katakan menjadi rekan
manusia untuk berkomunikasi dalam sosial media, melalui internet manusia dapat
berbagi informasi, melakukan kegiatan bisnis serta dapat menjalin hubungan
sosial antar sesama manusia dengan menggunakan sosial media ini.
Dampak negatif dan positif dari
sosial media bagi anak-anak adalah :
- Anak
menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata. Tingkat
pemahaman bahasapun mnejadi terganggu jika anak terlalu sering
berkomunikasi di dunia maya.
- Situs
jejaring sosial dapat membuat anak dan remaja lebih mementingkan diri
sendiri. Mereka menjadi tidak sadar akan lingkungan disekitar mereka,
karena kebanyakan menghabiskan waktu untuk internet. Hal ini dapat
mengakibatkan menjadi kurang berempati di dunia nyata.
- Bagi
anak, dapat merusak tatanan bahasa Indonesia karena tidak ada aturan ejaan
dan tata bahasa di situs jejaring sosial. Hal ini dapat membuat mereka
semakin sulit untuk membedakan antara berkomunikasi di situs jejaring
sosial dan di dunia nyata.
- Situs
jejaring sosial merupakan lahan yang subur bagi predator yang melakukan
kejahatan. Kita sebagai orang tua tidak akan pernah tau apakah seseoarang
yang baru dikenal anak di jejaring sosial menggunakan jati diri yang
sesungguhnya atau tidak.
Dampak positif dari sosial media
adalah :
- Anak
yang menggunakan sosial media dapat belajar mengembangkan keterampilan
teknis dan sosial yang sangat dibutuhkan bagi anak di era digital seperti
sekarang ini. Mereka akan belajar beradabtasi, bersosialisasi dengan
publik, dan mengelola jaringan pertemanan.
- Memperluas
jaringan pertemanan. Berkat adanya situs jejaring sosial dapat memudahkan
anak untuk berteman dengan orang lain diseluruh dunia. Meskipun sebagian
besar diantaranya tidak pernah ber temu secara langsung.
- Anak
akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang
mereka jumpai secara online, kerena mereka berinteraksi dan menerima umpan
balik satu sama lain.
- Dan situs jejering sosial
membuat anak dan remaja menjadi lebih bersahabat, perhatian, dan empati.
Peran orang tua
untuk meminimalisir dampak buruk penggunaan medsos pada anak :
a. Langkah
pertama yang bisa dilakukan para orangtua adalah mengurangi kesibukan di luar
rumah dan lebih mengintensifkan komunikasi di dalam keluarga, khususnya dengan
anak-anak. Memang benar, kehadiran ponsel telah membantu proses komunikasi bagi
orangtua yang sibuk. Namun anak-anak membutuhkan kehadiran orangtua secara
fisik. Mereka suka dipeluk, dicium dan dibelai orang tuanya. Sesuatu yang tidak
bisa diberikan oleh ponsel mereka semahal apapun harganya dan secanggih apapun
fiturnya.
b. Jika
orangtua sibuk dengan pekerjaannya,langkah berikut yang bisa dilakukan adalah
berbagi tugas antara ayah dan ibu. Hal ini tentu tidak mudah. Namun jika orang
tua menjadikan kegiatan dan kebutuhan anak-anak sebagai prioritas orangtuanya
maka hal tersebut akan mempermudah. Misalnya, jika di akhir pekan biasanya para
orangtua ingin bersosialisasi dengan teman-temannya, bawalah anak-anak. Repot
dan tidak asyik? Mungkin iya, tapi sadarilah bahwa anak-anak adalah tanggung
jawab orang tuanya sementara bersosialisasi meskipun juga penting karena bagian
dari silaturahim, bisa diatur jadwalnya.
c. Langkah
ketiga, jika penggunaan ponsel bagi anak-anak masih bisa diminimalisasi, jangan
berikan ponsel pada anak. Kalau mereka sudah berusia remaja, mungkin bisa
dipertimbangkan penggunaannya dengan aturan-aturan yang moderat. Namun jika
anak masih duduk di bangku TK atau SD, pertimbangkan lagi untuk memberikan ponsel
dengan alasan apapun. Jika tetap harus memberikan ponsel pada anak, ada baiknya
ponsel tersebut tidak bisa mengakses internet dengan mudah. Karena
keterhubungan dengan internet inilah yang membuat anak betah berlama-lama
bermain ponsel.
d. Kemudian
langkah keempat adalah memperkenalkan pada anak bahaya internet maupun media
sosial dan media massa yang diakses secara berlebihan. Mungkin, orang tua
berpikir bahwa lebih baik anak menonton televisi ketimbang bermain ponsel.
Namun harus pula disadari bahwa acara televisi tak semuanya boleh ditonton oleh
anak-anak. Selayaknya anak-anak didampingi saat menonton televisi sebagai
pengganti kegiatan mereka berponsel. Karena menonton televisi terus-menerus
juga menyebabkan anak-anak bisa terpapar tayangan televisi yang kebanyakan
isinya pun kurang mendidik. Di sisi lain, daya tarik televisi pun sama
kuatnya dengan daya tarik ponsel yang canggih.
e. Langkah
kelima adalah menanamkan pendidikan agama yang baik sekaligus memberikan contoh
penerapan ajaran agama tersebut. Anak-anak lebih mudah mencontoh tindakan yang
baik ketimbang wejangan yang panjang lebar. Jadi, orangtua harus
memberikan contoh terbaik dari penerapan ajaran agama.Intinya,
orang tua mempunyai peran yang sangat luar biasa dalam mendidik anak-anak di
rumah. Saat di sekolah, anak-anak menjadi tanggung jawab para gurunya. Namun di
luar sekolah, di manapun anak-anak itu berada, adalah tanggung jawab para orang
tua sehingga peran keluarga dalam pendidikan anak haruslah diperkuat mulai saat
ini. Karena itu memastikan mereka aman dari berbagai gangguan atau potensi
gangguan, juga menjadi tanggung jawab orang tua. Memang tugas tersebut tetapi
jika orang tua ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi yang kuat, mandiri
dan bertakwa, orangtua harus menanam investasi sejak dini.
By: Susilawati Ramdani
Komentar
Posting Komentar